Sebuah Jawaban Untuk Masa Depan

Seperti judulnya, Sebuah Jawaban Untuk Masa Depan.

Ini tulisan pertama yang dibuat setelah lama tidak menulis, Segala macam profesi hingga tantangan sampai hari ini rasa dihati belum menemukan yang pas.

Menjadi guru disekolah SMK, hati merasa yang bahwa yang dikejar bukan itu, hanya sempat mencoba menjadi guru selama 2 bulan dan diselingi menjadi tenor selama 1 tahun di sebuat tempat privat sebagai guru multimedia, ilmu yang dicurahkan memang 100% namun saya menemukan kendala-kendala sosial seperti kita dibayar, dan kita harus melaksanakan tugas sesuai bayaran. dan lagi-lagi uang sebagai acuannya.

Sempat menjadi konsultan skripsi, mengajarkan dan memberikan arahan kepada mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir.

Banyak inspirasi dan kontroversi didalam otak,

Niat itu 70% menentukan keberhasilan, tapi keberhasilan yang seperti apa ? dan bagaimana arah dan tujuan berikutnya.

Sama seperti 3 tahun yang lalu, banyak pertanyaan yg diajukan. memang tidak bisa dipungkiri pertanyaan-pertanyaan itu terjawab satu persatu ditahun ini.

Mudahan pertanyaan ditahun ini akan terjawab ditahun-tahun berikutnya,

Niatan, Niatkan, Niati. Pertanyaan Adalah Sebuah Doa, Dan Doa Pasti Dikabulkan !

Advertisements

STMIK WICIDA SAMARINDA

cropped-525641_496807747010511_1617723713_n.jpg

4 tahun lamanya, kududuk dikursi sederhana tuk menimba ilmu yang berguna.

Jari jemari ini masih membekas coretan ilmu yang kau beri, coretan ditangan ini terasa kental seperti santan kelapa, semakin diperas maka semakin banyak keluar air santannya.

Mudah-mudahan ilmu yang diberi menjadi landasan hidup kedepannya, hangat terasa kursi yang kududuki seperti kemarin saja kududuk disitu. tak terasa waktu itu cepat berlalu, kepala yang botak memasuki gerbang diwaktu subuh setelah selesai shalat subuh , sembari menunggu pagi ku tunggu didepan gerbang, hari pertama ospek di STMIK WICIDA, ku ingat betul waktu itu aku lah orang pertama yang memasuki gerbang.

 

Setelah ospek berlalu aku adalah mahasiswa STMIK WICIDA yang diakui, TI PB 2012 adalah kelasku. Disana ku kenal orang dari berbagai sekolah SMA / SMK sederajat, seperti anak TK yang mulai masuk sekolah dengan bingung tak menentu, diantara mereka ada yang menjadi sahabatku hingga sekarang, seperti keluarga, seperti adik dan kakak, seperti kami satu darah. Dijalan perjuangan kami, ada yang sempoyongan mengeajar cita-citanya, ada yang tidak kuat hingga dia tidak lanjut sekolah, ada yang kekurangan biaya sehingga kami saling membantu sama lainnya.

Layaknya seorang saudara, kami saling gotong royong dalam hal apapun.

Senang,sedih,duka kami lalui bersama, hingga saat ini kami masih bersatu, waktu dan tempat memisahkan kami. Tapi itulah takdir, itulah jalan yang harus kami lalui.

Diantara kami hanya beberapa yang lulus dengan tepat waktu, dan hanya beberapa yang keluar karena tidak mampu mentalnya, inilah hidup. Mungkin esok hari bisa saja saya yang menyerah, dan mungkin esok hari bisa saja saya yang kalah. semua tentang waktu, semua tentang uang, semua tentang hati, teruslah berjuang hingga titik darah penghabisan.

Saya tidak pernah menanyakan mengapa kamu menyerah, karena saya paham mereka, saya tahu siapa mereka, dan saya pastikan kemungkinan ketika saya diposisinya mungkin hal yang sama akan terjadi, hanya saja takdir saya lebih beruntung dari pada sebagian orang itu.

Saat ini hanya doa yang selalu aku pinta, agar Allah tetap menjaga keluarga-keluarga saya itu, kami memang beda darah tetapi kami mempunyai visi dan misi yang sama dahulu, sampai kapanpun kami tetaplah saudara.

2,5 Tahun perkuliahan berjalan, hingga saat ini adalah masa-masa dimana semangat menjadi tinggi, 24 Sks selalu saya kejar, IP diatas 3.0 selalu saya dapatkan walaupun hanya sampai semester 5, disemester 6 ada masalah pada keluarga saya yang menjadikan jiwa saya terguncang, raga saya tak mampu menopang. tapi inilah kenyataannya, inilah takdir saya, di semester 6 ke 7 adalah masa-masa kehancuran saya, waktu itu saya sedang di uji dengan ujian yang sangat berat, bisa dikatakan seleksi alam. tapi alhamdulillah, berkat sahabat-sahabat saya bangkit kembali rasa putus asa yang menyelimuti diri saya kini telah sirna, hingga saya bangkit kembali dan berjuang dengan percaya diri, tepat 3 tahun 10 bulan saya kukuhkan diri saya untuk menyelesaikan skripsi saya yang sempat tersendat di semester 7 kemarin, hingga akhirnya menyandang gelar lulus dengan pujian.

Mungkin bagi orang lain ini biasa saja, tapi bagi saya ini adalah sebuah kado terindah dalam hidup, tepat bulan ramadhan kemarin saya menyelesaikan skripsi saya, mengingat bahwa saya bisa bangkit kembali setelah masa-masa kehancuran diri, masa-masa amarah pada pucaknya, pikiran sudah seperti orang gila yang tak tau arah dan tujuan.

hampir saja diri ini tak mampu melalui ujian sesungguhnya, tapi saya tau itu adalah try out bagi diri saya, itu adalah latihan yang kecil bagi diri saya karena sesungguhnya ada ujian terberat dimasa mendatang.

Senyum mamak dan bapak yang selalu ada didalam ingatan ini, ketika nama anaknya disebut senyum itu merekah diwajah mereka, senyum itulah yang menggetarkan jiwa saya.

Sekian dan Terima Kasih

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Mampukah ?

Samarinda 16 september 2016 pukul 12:42.

Jika diri adalah seorang hamba, lantas siapakah gerangan yang pantas dipuja ?

Jika diri adalah bangkai, apakah ada yang masih mau menerima ?

Jika diri adalah bunga yang layu, apakah ada yang masih ingin memandangnya ?

Jika diri adalah dusta, apakah ada yang masih percaya ?

Jika diri adalah hina, apakah masih ada yang memeluknya ?Read More »

Pundak Ini Terasa Ringan, Karena Hari Ini Adalah Hari WisudaKu

IMG_2402.JPG

Samarinda, 3 September 2016. Pukul 3.36, Kusampaikan perasaanku lewat tulisan.

Selama 4 tahun lamanya saya belajar di STMIK WICIDA, Banyak kisah dan banyak cerita yang tak mungkin saya lupakan.

Ini adalah akhir dari perjalananku menuntut ilmu di STMIK WICIDA, pada saat setelah sepulangnya dari wisuda ini saya dihadapkan oleh dilema yang tak kunjung reda, yaitu melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi ataukah langsung menerapkan ilmu yang sudah didapat. Tapi bagi saya yang namanya belajar itu diwajibkan mulai dari buan sampai ajal menjemput.

Selama 4 tahun ini banyak sekali orang-orang yang membantu saya, terutama dari pihak dosen di STMIK WICIDA, Teman-teman satu angkatan, Kakak tingkat, Adek tingkat, karena beliau-beliau lah saya mampu berdiri di ballroom hotel senyiur pada hari ini. Tersenyum bersama teman-teman satu angkatan, tertawa terbahak-bahak hingga jantung yang berdegub lebih kencang dari biasanya.

Demi berdiri disini pun saya sudah banyak mengesampingkan urusan saya sendiri, mulai dari perasaan, egoisme, wanita, amarah, dan cinta. Karena saya hanya ingin melihat kedua orang tua tersenyum pada hari ini.

Karena saya selalu ingin tunjukan terbaik pada mereka, saya tau bapak dan ibu saya bukan tipe orang suka memuji, oleh karena itu senyum merekalah yang mewakili. melihat anak bodohnya ini diberikan tepuk tangan oleh audiens yang hadir, memindahkan tali pada topi toga dari arah kiri ke kanan.

Terbayarlah sudah semua, Terima kasih ya Allah. Tanpamu hambamu ini tidak bisa berdiri bersama teman-teman pada hari ini. Dan rasa terima kasihku ucapkan buat Dosen-dosenku tercinta yang mau membimbing saya hingga akhir, teman dan sahabat yang selalu memberikan dukungan, dan terima kasihku buat orang yang selalu meremehkanku. tanpa kalian saya bukan siapa-siapa.

Dan teruntuk kedua orang tuaku, Engkau korbankan harta dan bendamu, air matamu, keringatmu, waktumu, dan darahmu untukku. Saya tidak bisa membalasnya, dan tak akan pernah dapat membalasnya. Semoga Allah memberikan surganya kepada engkau wahai ibu dan bapakku.

Rezeki, Umur Panjang, Dan Surga Ilahi yang selalu kuberikan didalam doaku.

Untukmu, Orang-orang yang mencintaiku.

Salam dariku Ahmad Bukhari, S.Kom

Marhaban Ya Ramadhan

Alhamdulillah, kali ini saya dipertemukan lagi dengan bulan yang penuh nikmat.

Banyak cara orang menikmati bulan suci ini, tapi saya ingin melakukan apa yang tidak saya bisa capai dibulan ramadhan kemarin, dan saya ingin memperbaikinya dibulan ini. bahkan saya ingin meninggalkan sebagian dari apa yang saya pernah lakukan. saya ingin benar – benar khusuk menjalankannya. mudah – mudaha Allah S.W.T selalu memberikan ridhonya untuk kita semua.. Amiin Ya Rabbal Alamin

Kecewaku pada diri sendiri !!!

Ketika setiap orang bisa meraih apa yang mereka raih dengan mudah, saya dan byk org diluar sana harus bekerja keras untuk mencapainya.. kemarin lusa ketika saya melihat sebuah nilai orkom saya sempat drop dan marah.

Dan saya bertanya pada diri saya sendiri,

Mengapa orang lain yang cuman diam tidak berkata” dan menjawab soalnya dengan mudahnya mendapatkan A ?

sementara saya sendiri ?,, selalu aktif dan saya yakin menjawabnya..

Mungkin udah takdirnya kali ya, atau atau dan atau ?

sudahlah, saya janji pada diri sendiri dan byk org utk berjuang semester depan utk lebih baik lagi..!!!

Mungkin saya kecewa, mudah”an kekecewaan itu memberikan dampak positif bagi saya.. Aamiin YRA

Pahlawan memegang tongkat kehidupan, dan bertamengkan kesabaran

Dia, Dia, Dia adalah pahlawan bagiku.

Pahlawan yang memegang tongkat estafet kehidupanku, dia yang menghidupiku.

Dia yang mengajarkanku kesabaran, sabar untuk diri sendiri, sabar untuk orang lain, dan sabar untuk keluarganya.

Dia membunuh rasa lelah, membanting tulang, demi mencari sesuap nasi..

Atas Izin Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang lagi pemurah..

Dia selalu sabar menghadapiku jikala ku membantah perintahnya, dia yang bijaksana menggunakan kemarahannya.

Dia yang tidak selalu dikit” memainkan tangannya untuk menghukumku, dia adalah panutan bagiku..

Aku akan menjadi sepertimu, membina rumah tangga kelak nanti.

Dan aku inginkan, sifat ini bisa sama sepertimu.

Insya Allah,

Kau banyak mengajarkanku arti kehidupan

Kau adalah orang yang sangat berarti bagiku, kau mengajarkanku bagaimana caranya dewasa.

Dewasa dengan kata lain berpikir, dan bertindak.

Kau orang yang membuat hidupku sangat – sangat berarti, dikala ku tertidur lelap. kau bangun di saat” ku tertidur dan membuatku sarapan pagi dan secangkir teh panas.

Engkau adalah Malaikatku, malaikat penjaga hatiku. setiap lahkahmu bagiku sangat berarti.

Aku sayang kamu wahai malaikatku, engkau membesarkanku dengan 2 tanganmu, tangan yang selalu memberiku pertolongan.

Aku tidak tau, jika suatu saat nanti kau pergi meninggalkanku… aku juga tidak tau kapan waktuku tiba,

Aku berharap Allah tidak menjemputmu, tapi menjemputku duluan.

Aku sadar bahwa selalu berbuat salah dan selalu menyakitimu, di setiap perbuatanku ku gores luka.

Aku hidup untukmu, Dan Aku hidup untuknya.

Insya Allah,

Pencarian jati diriku

Selama setahun belakangan ini aku selalu mencari jati diriku,

Siapa sih aku ?,

Mau apa sih aku kelak ?,

Apa pekerjaanku ?

Apa yang ku bisa ?

Apa yang ku mau ?

Apa yang bisa ku beri ?

Semua pertanyaan itu selalu menghantuiku, bukan orang lain yang mempertanyakan hal itu kepadaku, melainkan hatiku.

Aku ingin menjawab satu persatu pertanyaan itu, tapi aku belum bisa memprediksinya. karena aku bukan peramal maupun paranormal.

Tapi dari sini aku mulai mengerti, aku harus punya skill.

Aku harus fokus pada sesuatu, dan ku harus mengejar sesuatu itu sampai ku meraihnya.

Angan – Angan Yang Tak Pasti

Sebuah angan – angan sering terlintas di benakku, angan” yang selalu memacu semangatku.

Namun di kala semangat itu ada, ku selalu menggebu – gebu, di kala semangat itu padam ku bingung harus berbuat apa.

Jika semua orang memiliki angan – angan yang tak pasti seperti diriku, mungkin berapa banyak orang yang akan bingung dengan hidupnya.

Aku ingin seperti mereka yang memiliki sebuah angan – angan, yang terus mereka kejar.

Apalah daya aku tidak sanggup seperti mereka..