Pundak Ini Terasa Ringan, Karena Hari Ini Adalah Hari WisudaKu

IMG_2402.JPG

Samarinda, 3 September 2016. Pukul 3.36, Kusampaikan perasaanku lewat tulisan.

Selama 4 tahun lamanya saya belajar di STMIK WICIDA, Banyak kisah dan banyak cerita yang tak mungkin saya lupakan.

Ini adalah akhir dari perjalananku menuntut ilmu di STMIK WICIDA, pada saat setelah sepulangnya dari wisuda ini saya dihadapkan oleh dilema yang tak kunjung reda, yaitu melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi ataukah langsung menerapkan ilmu yang sudah didapat. Tapi bagi saya yang namanya belajar itu diwajibkan mulai dari buan sampai ajal menjemput.

Selama 4 tahun ini banyak sekali orang-orang yang membantu saya, terutama dari pihak dosen di STMIK WICIDA, Teman-teman satu angkatan, Kakak tingkat, Adek tingkat, karena beliau-beliau lah saya mampu berdiri di ballroom hotel senyiur pada hari ini. Tersenyum bersama teman-teman satu angkatan, tertawa terbahak-bahak hingga jantung yang berdegub lebih kencang dari biasanya.

Demi berdiri disini pun saya sudah banyak mengesampingkan urusan saya sendiri, mulai dari perasaan, egoisme, wanita, amarah, dan cinta. Karena saya hanya ingin melihat kedua orang tua tersenyum pada hari ini.

Karena saya selalu ingin tunjukan terbaik pada mereka, saya tau bapak dan ibu saya bukan tipe orang suka memuji, oleh karena itu senyum merekalah yang mewakili. melihat anak bodohnya ini diberikan tepuk tangan oleh audiens yang hadir, memindahkan tali pada topi toga dari arah kiri ke kanan.

Terbayarlah sudah semua, Terima kasih ya Allah. Tanpamu hambamu ini tidak bisa berdiri bersama teman-teman pada hari ini. Dan rasa terima kasihku ucapkan buat Dosen-dosenku tercinta yang mau membimbing saya hingga akhir, teman dan sahabat yang selalu memberikan dukungan, dan terima kasihku buat orang yang selalu meremehkanku. tanpa kalian saya bukan siapa-siapa.

Dan teruntuk kedua orang tuaku, Engkau korbankan harta dan bendamu, air matamu, keringatmu, waktumu, dan darahmu untukku. Saya tidak bisa membalasnya, dan tak akan pernah dapat membalasnya. Semoga Allah memberikan surganya kepada engkau wahai ibu dan bapakku.

Rezeki, Umur Panjang, Dan Surga Ilahi yang selalu kuberikan didalam doaku.

Untukmu, Orang-orang yang mencintaiku.

Salam dariku Ahmad Bukhari, S.Kom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s