Sebuah Jawaban Untuk Masa Depan

Seperti judulnya, Sebuah Jawaban Untuk Masa Depan.

Ini tulisan pertama yang dibuat setelah lama tidak menulis, Segala macam profesi hingga tantangan sampai hari ini rasa dihati belum menemukan yang pas.

Menjadi guru disekolah SMK, hati merasa yang bahwa yang dikejar bukan itu, hanya sempat mencoba menjadi guru selama 2 bulan dan diselingi menjadi tenor selama 1 tahun di sebuat tempat privat sebagai guru multimedia, ilmu yang dicurahkan memang 100% namun saya menemukan kendala-kendala sosial seperti kita dibayar, dan kita harus melaksanakan tugas sesuai bayaran. dan lagi-lagi uang sebagai acuannya.

Sempat menjadi konsultan skripsi, mengajarkan dan memberikan arahan kepada mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir.

Banyak inspirasi dan kontroversi didalam otak,

Niat itu 70% menentukan keberhasilan, tapi keberhasilan yang seperti apa ? dan bagaimana arah dan tujuan berikutnya.

Sama seperti 3 tahun yang lalu, banyak pertanyaan yg diajukan. memang tidak bisa dipungkiri pertanyaan-pertanyaan itu terjawab satu persatu ditahun ini.

Mudahan pertanyaan ditahun ini akan terjawab ditahun-tahun berikutnya,

Niatan, Niatkan, Niati. Pertanyaan Adalah Sebuah Doa, Dan Doa Pasti Dikabulkan !

Advertisements

Pundak Ini Terasa Ringan, Karena Hari Ini Adalah Hari WisudaKu

IMG_2402.JPG

Samarinda, 3 September 2016. Pukul 3.36, Kusampaikan perasaanku lewat tulisan.

Selama 4 tahun lamanya saya belajar di STMIK WICIDA, Banyak kisah dan banyak cerita yang tak mungkin saya lupakan.

Ini adalah akhir dari perjalananku menuntut ilmu di STMIK WICIDA, pada saat setelah sepulangnya dari wisuda ini saya dihadapkan oleh dilema yang tak kunjung reda, yaitu melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi ataukah langsung menerapkan ilmu yang sudah didapat. Tapi bagi saya yang namanya belajar itu diwajibkan mulai dari buan sampai ajal menjemput.

Selama 4 tahun ini banyak sekali orang-orang yang membantu saya, terutama dari pihak dosen di STMIK WICIDA, Teman-teman satu angkatan, Kakak tingkat, Adek tingkat, karena beliau-beliau lah saya mampu berdiri di ballroom hotel senyiur pada hari ini. Tersenyum bersama teman-teman satu angkatan, tertawa terbahak-bahak hingga jantung yang berdegub lebih kencang dari biasanya.

Demi berdiri disini pun saya sudah banyak mengesampingkan urusan saya sendiri, mulai dari perasaan, egoisme, wanita, amarah, dan cinta. Karena saya hanya ingin melihat kedua orang tua tersenyum pada hari ini.

Karena saya selalu ingin tunjukan terbaik pada mereka, saya tau bapak dan ibu saya bukan tipe orang suka memuji, oleh karena itu senyum merekalah yang mewakili. melihat anak bodohnya ini diberikan tepuk tangan oleh audiens yang hadir, memindahkan tali pada topi toga dari arah kiri ke kanan.

Terbayarlah sudah semua, Terima kasih ya Allah. Tanpamu hambamu ini tidak bisa berdiri bersama teman-teman pada hari ini. Dan rasa terima kasihku ucapkan buat Dosen-dosenku tercinta yang mau membimbing saya hingga akhir, teman dan sahabat yang selalu memberikan dukungan, dan terima kasihku buat orang yang selalu meremehkanku. tanpa kalian saya bukan siapa-siapa.

Dan teruntuk kedua orang tuaku, Engkau korbankan harta dan bendamu, air matamu, keringatmu, waktumu, dan darahmu untukku. Saya tidak bisa membalasnya, dan tak akan pernah dapat membalasnya. Semoga Allah memberikan surganya kepada engkau wahai ibu dan bapakku.

Rezeki, Umur Panjang, Dan Surga Ilahi yang selalu kuberikan didalam doaku.

Untukmu, Orang-orang yang mencintaiku.

Salam dariku Ahmad Bukhari, S.Kom

Marhaban Ya Ramadhan

Alhamdulillah, kali ini saya dipertemukan lagi dengan bulan yang penuh nikmat.

Banyak cara orang menikmati bulan suci ini, tapi saya ingin melakukan apa yang tidak saya bisa capai dibulan ramadhan kemarin, dan saya ingin memperbaikinya dibulan ini. bahkan saya ingin meninggalkan sebagian dari apa yang saya pernah lakukan. saya ingin benar – benar khusuk menjalankannya. mudah – mudaha Allah S.W.T selalu memberikan ridhonya untuk kita semua.. Amiin Ya Rabbal Alamin

Pahlawan memegang tongkat kehidupan, dan bertamengkan kesabaran

Dia, Dia, Dia adalah pahlawan bagiku.

Pahlawan yang memegang tongkat estafet kehidupanku, dia yang menghidupiku.

Dia yang mengajarkanku kesabaran, sabar untuk diri sendiri, sabar untuk orang lain, dan sabar untuk keluarganya.

Dia membunuh rasa lelah, membanting tulang, demi mencari sesuap nasi..

Atas Izin Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang lagi pemurah..

Dia selalu sabar menghadapiku jikala ku membantah perintahnya, dia yang bijaksana menggunakan kemarahannya.

Dia yang tidak selalu dikit” memainkan tangannya untuk menghukumku, dia adalah panutan bagiku..

Aku akan menjadi sepertimu, membina rumah tangga kelak nanti.

Dan aku inginkan, sifat ini bisa sama sepertimu.

Insya Allah,

Kau banyak mengajarkanku arti kehidupan

Kau adalah orang yang sangat berarti bagiku, kau mengajarkanku bagaimana caranya dewasa.

Dewasa dengan kata lain berpikir, dan bertindak.

Kau orang yang membuat hidupku sangat – sangat berarti, dikala ku tertidur lelap. kau bangun di saat” ku tertidur dan membuatku sarapan pagi dan secangkir teh panas.

Engkau adalah Malaikatku, malaikat penjaga hatiku. setiap lahkahmu bagiku sangat berarti.

Aku sayang kamu wahai malaikatku, engkau membesarkanku dengan 2 tanganmu, tangan yang selalu memberiku pertolongan.

Aku tidak tau, jika suatu saat nanti kau pergi meninggalkanku… aku juga tidak tau kapan waktuku tiba,

Aku berharap Allah tidak menjemputmu, tapi menjemputku duluan.

Aku sadar bahwa selalu berbuat salah dan selalu menyakitimu, di setiap perbuatanku ku gores luka.

Aku hidup untukmu, Dan Aku hidup untuknya.

Insya Allah,

Angan – Angan Yang Tak Pasti

Sebuah angan – angan sering terlintas di benakku, angan” yang selalu memacu semangatku.

Namun di kala semangat itu ada, ku selalu menggebu – gebu, di kala semangat itu padam ku bingung harus berbuat apa.

Jika semua orang memiliki angan – angan yang tak pasti seperti diriku, mungkin berapa banyak orang yang akan bingung dengan hidupnya.

Aku ingin seperti mereka yang memiliki sebuah angan – angan, yang terus mereka kejar.

Apalah daya aku tidak sanggup seperti mereka..